-LAFIRI UPDATE-Lafiri Menikmati Hongkong dari Victory Peak-LAFIRI UPDATE-Mengunjungi Malino Membuktikan Asa-LAFIRI UPDATE-Jika Ban Mobil Anda Bocor di Tengah Jalan-LAFIRI UPDATE-Wajah-wajahku Doeloe-LAFIRI UPDATE-Tiada Maksud untuk Golput, Sakit Kepala Gak Kompromi-LAFIRI UPDATE-Jalan-jalan di Avenue of Star Hongkong-LAFIRI UPDATE

Sabtu, 21 November 2009

Mencoba Bisnis Baru, Usaha Pemancingan Ikan


MENCOBA usaha baru...mempercayakan modal kepada Ucu..mengelola bisnis pemancingan di daerah Borong. Belakang kampus STIKI. 5.000 bibit ikan nila telah ditebar. Insyallah dalam dua bulan ke depan dah bisa dipanen eh.maksudnya dipancing.




Baca Selengkapnya......

Yang lama dan Baru

RUMAH baru menjelang...saat ini sudah 50 % rampung. Masih di sekitar kawasan Sudiang Raya, Makassar. Insyallah lebih luar 15 m x 13 m, posisi sudut, singel. Kayaknya akan menjadi rumah idaman karena luas lahan dan luas bangunan. Memungkinkan pengembangan untuk taman dan tempat praktek Erni istriku, atau utk kegiatan usaha rumahan.

AH..yang lama yang penuh cerita. Setengah hati melegonya. Monumen keteguhan hatiku untuk setia mempacari dan memperistri Erny. Jejak Aji dan Umiku ada di rumah ini, kisah kami menuai kasih terekam oleh tembok dan atap rumah ini. Tapi ada calon user yang ngotot mau beli. Ya..ta kasih Rp 110 juta. Rugi gak rugi sih. Dulu saya beli rumah ini hanya Rp 34 juta. Setelah itu beberapa kali polesan dan renovasi telah dilakukan.




Baca Selengkapnya......

Selasa, 03 November 2009

Mengakrabi Erbe Sentanu, Keajaiban Quantum Ikhlas


ENERGI dan kegairahan pasca mengikuti pelatihan MindFocus! Quantum Ikhlas masih terasa setelah akhir pekan lalu Sabtu (31/10), aku dan enam redaktur Tribun Timur diikutkan oleh manajemen.

Mulut rasanya tak hendak lepas dari pembicaraan seputar keikhlasan, vibrasinya pun tiada henti mempertemukan dengan vibrasi energi yang serupa.

Dari arena pelatihan itu sendiri banyak kejutan dan kegembiraan yang tak terduga. Momentumnya ketika testimoniku soal keajaiban ikhlas saat lounching buku Zona Ikhlas ternyata dijadikan spot testimoni nasional yang di putar di setiap pelatihan yang digelar katahati Institute.

Maka, aku merasa di pelatihan itu menjadi "bintang" yang selalu disebut-sebut oleh fasilitator Katahati Firdaus maupun Erbe Sentanu (Mas Nunu). Dan aku pun diminta menuturkan testimoni kembali sola mobil dan ruma hyang ku peroleh dengan rejeki seakan tak ingin berhenti mengaliri kami sekeluarga.

Kegembiraan lain yakni ketika aku bertemu kembali dengan mas Agung, Kepala Cabang BII yang memberiku jurus Ust usuf Mansyur sedekah 10 persen di depan jika ingin mendapatkan rejeki untuk segala kebutuhan.

Kami kembali berbagi cerita dan saling memanasi untuk berlomba memberikan sedekah. "Fir tahu gak dua peka lalu aku baru memberi orang mobilku seharga Rp 100 juta, yang gak terpakai, ...eh pekan lalu ada yang mau ngasih Rp 200 juta," ujar mas Agung.

"Aku juga mas...baru motor yang bisa aku "buang" dan alhamdulillah dibalas 10 kali lipat dari nilainya," balasku. Fantastis bukan..?

Alhamdulillah ya Allah...forum itu memang menghadirkan orang-orang pilihan yang mendapatkan hidayah untuk menjadi pejuang-pejuang ikhlas. Secara kemasan para peserta yang hadir terlihat biasa tapi setelah diketahui satu persatu profile mereka ternyata memiliki peran masing-masing di lingkungan dan komunitasnya.

Aku pun diangkat menjadi koordinator pejuang ikhlas di Makassar yang merupakan para pencinta buku Quantum Ikhlas dan peserta pelatihan.

Usai pelatihan aku dan Mas Nunu dengan Tim Katahati menggelar rapat dan menggagas diterbitkannya kolom Quantum Ikhlas di Tribun Timur sebagai sarana bagi pejuang ikhlas dan masyarakat Sulselbar melatih dan memelihara keikhlasan.

Tak sampai di situ...esok baginya aku "memaksa" mbak Veve dan tim Katahati untuk sarapan nasi kuning enak di depar RRI. Alhamdulillah mereka terlihat menikmati.

Eh..siangnya aku mendapat kesempatan mengantar Mas Nunu ke Bandara Hasanuddin untuk balik ke Jakarta. Tentunya dengan mobil Ikhlas milikku.

"Pak Firman & kel Tribun Timur, kami katahati Institute mengucapkan syukur & terima kasih atas pertemuan kita yg sdh diatur olehNya utk mnyebarkan kebaikan & keberkahan di bumi Sulawesi melalui Tribun Timur. Trimakasih skali sdh ajak naik mobil ikhlas, nasi kuning, dan mas Nunu diantar ke bandara. Sukses + bahagia selalu ya..salam utk istri & anak. salam ikhlas. Veve," demikian SMS panjang Mbak Veve pimpinan Katahati Inst dan istri dari mas Nunu.
Baca Selengkapnya......

Jumat, 23 Oktober 2009

Singgah di Bali Disambut Dian Sekeluarga

DUA tahun lalu kami sekeluarga pulang kampung. Adwa' saat itu usianya baru satu tahun. Dan merupakan mudik pertama melalui Bali menggunakan pesawat bersama istri dan anak. Di Bali kami disambut oleh Dian dan keluarganya. Ia teman saat SMA dulu di SMA 1 Bima. Banyak cerita termasuk sama-sama kaget dengan perubahan masing-masing. Dian yang dulu langsing kini gemrodtdt...
video Baca Selengkapnya......

Selasa, 22 September 2009

Catatan Ramadhan 2009

KETIKA Ramadhan tahun ini tiba, semangat dan komitmen membuncah untuk memperbaiki ritual peribadatan. Shalat tarawih dan tadarusan diperbaiki. Tarawih dihari pertama memang berhasil aku laksanakan di masjid, namun ternyata tak untuk kedua, ketiga apalagi ke30 harinya.

Demikian pula tekad menghatamkan Al Quran di Ramadhan ini (lalu), ternyata kembali tinggal rencana. Alasanya tetap klise..aku tunduk pada kesibukan duniaku melaksanakan tugas kantor.

Kasiah..bukan? Kalau tak salah ini merupakan Ramadhan yang kelima dengan kondisi serupa, ya..sejak aktivitas pekerjaanku menyita malam dengan menyelesaikan editing berita para reporter hingga menongkrongi lay outer mengatur desain halaman yang menjadi kewenanganku.

Padahal masih ada kok waktu untuk melaksanakan tarawih berjamaah di masjid. Di tengah penyesalan dan kelalaian itu, Allah tetap sayang kok sama aku, Ia tetap berkenan melimpahkan hidayah Ramadhannya dengan membukakan hati untuk ikhlas menikmati provokasi Yusuf mansyur melalui buku The Miracle of Giving.

Ya...Ramadhan kali ini aku mendapatkan pelajaran penting dengan mencoba untuk melatih diri untuk membiasakan bersedekah. Dan dilanjutkan dengan ikrar untuk rutin berbagi.

Hidup ternyata mudah..., solusinya bersedekah. Allah menjanjikan kemudahan dan solusi di balik bersedekah. Haqul yakin dah...
Baca Selengkapnya......